
A.
PEMBAGIAN HABITAT
Ekologi air tawar sangat bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Air tawar sendiri penting karena ia adalah
sumber air rumah tangga dan industri yang murah, komponen air tawar merupakan
merupakan daur hidrologis, dan ekosistem air tawar merupakan sistem
disporsal / pembuangan yang mudah dan murah. Susunan dan kadar garam
terlarutnya nisbi renda atau dapat diabaikan. Atas dasar kelasakannya habitat
air tawar itu dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
- Air tergenang/ lentik (asal kata lenis = tenang) contoh : danau, kolam, dan rawa.
- Air mengalir / lotik (asal kata lotus = tercuci) contohnya: mata air, aliran air/sungai dan selokan.
Perbedaan
antara air tergenang dengan air mengalir diantaranya :
- Adanya arus
- Pertukaran antara air dengan dasar lebih intensif karena adanya arus.
- Pada air mengalir, kadar oksigen lebih tinggi dibandingkan air tenang
- Percampuran suhu dan kandungan zat lebih merata.
Air
Tergenang (Lentik)
a. Organisme di Perairan Menggenang (Lentic)
Perairan
menggenang (lentik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya
aliran atau arus air tidak memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air
tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di
dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat penting diperhatikan adalah
pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki perbedaan sifat untuk tiap
lapisannya, contoh dan jenis perairan ini adalah danau, rawa, situ, kolam dan
perairan menggenang lainnya. Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan
utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan
air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan
temperatur perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion. Kelompok organisme di perairan
menggenang berdasarkan niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi
produser (autotrof), makro konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer
(dekomposer). Kelompok organisme yang ada di perairan menggenang berdasarkan
cara hidupnya meliputi: benthos, plankton, perifiton, nekton dan neuston.
b. Distribusi Organisme di Perairan Menggenang
Pada
zona litoral, produser utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota
spermatophyta) dan tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan
tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva
serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska, amphibi,
ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. Pada zone limnetik, produsernya terutama
fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth
(Eichornia crassipes), Cerratophyllum spp, Utricularia spp, Hydrilla
verticillata, duckweed (Lemna spp); dan vascular plants, seperti: Equisetum
spp; Ioetes spp dan Azolla spp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari
copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan. Pada zona profundal, banyak dihuni
oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing darah, yang meliputi larva
chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung haemoglobin, jenis-jenis
kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva “phantom” atau
Chaoboras (corethra). Rantai makanan adalah suatu transfer energi dari tumbuhan
melalui serangkaian organisme dengan jalan makan-memakan. Pada tiap transfer
ada 80-90% energi potensial yang hilang sebagai panas. Oleh karena itu rantai
makanan dalam satu deretan jumlahnya terbatas, biasanya 4 – 5 tingkat. Makin
pendek rantai makanan, maka lebih banyak tersedia energi yang dapat
dimanfaatkan.
Jenis
Ekosistem Perairan secara Tergenang :
- Danau
Danau merupakan kumpulan air yang seolah-olah berda dalam suatu baskom dan
tidak mempunyai hubungan dengan laut atau merupakan suatu badan air yang
menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter
persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya
matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari
disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang
drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan
daerah dingin di dasar. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai
dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi.
Beberapa
fungsi danau secara ekosistem adalah sebagai berikut:
- Sebagai sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang bahan genetik
- Sebagai tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora/fauna yang penting
- Sebagai sumber air yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat sekitarnya (rumahtangga, industri dan pertanian)
- Sebagai tempat penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan, aliran permukaan, sungai-sungai atau dari sumber-sumber air bawah tanah
- Memelihara iklim mikro, di mana keberadaan ekosistem danau dapat mempengaruhi kelembaman dan tingkat curah hujan setempat
- Sebagai sarana tranportasi untuk memindahkan hasil-hasil pertanian dari tempat satu ke tempat lainnya
- Sebagai penghasil energi melalui plta
- Sebagai sarana rekreasi dan objek pariwisata.
Berdasarkan
hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
o
Daerah litoral
Daerah
ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal.
Contohnya berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia
air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa
mamalia yang sering mencari makan di danau.
o
Daerah limnetik
Daerah
ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus
sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang
dan sianobakteri.
o
Daerah profundal
Daerah
ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
o
Daerah bentik (daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan
sisa-sisa organisme mati)
Danau
juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai
berikut
a.
Danau Oligotropik
Oligotropik
merupakan danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di
daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh
sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b.
Danau Eutropik
Eutropik
merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan,
karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh,
terdapat bermacam-macam organisme, dangkal, kaya akan fosfor, bahan organik dan
plankton sertaoksigen terdapat di daerah profundal. Danau atau kolam Eutrofik
mempunyai keanekaragaman organisme yang tinggi.
2. Kolam
Kolam
umumnya di definisikan sebagai kumpulan air yang dangkal dan sifat umumnya
relatif merupakan air tenang dan kaya akan vegetasi.
Kolam
dapat dibagi atas :
1.
Kolam berasal dari danau yang luas.
2.
Kolam yang tidak berhubungan dengan danau, ukurannya kecil.
3.
Kolam buatan manusia
Berdasarkan
musim, kolam dapat di bedakan atas :
1.Kolam
sementara (Kolam sementara hanya ada pada waktu ada tertentu.)
2.Kolam
permanen (Kolam permanen berisi air sepanjang tahun.)
Kolam
merupakan tempat tinggal yang baik bagi hewan-hewan invertebrata misalnya:
- Flagellata terdiri dari Euglena, Pandoria, Rudorina dan volvox.
- Diantara Coelenterata, hydra sering terlihat menempel pada tanaman dibawah air
- Filum Platyhelminthes seperti turbellaria tedapat di bawah batu dan di antara vegetasi.
- Annalida diwakili oleh cacing tanah air tawar seperti Limicoloa,
- Arthropoda merupakan bentuk yang dominan terdapat dalam perairan kolam.
3. Rawa
Rawa
merupakan daerah bertanah basah yang selalu digenangi air secara alami karena
sistem drainasi (pelepasan air) yang jelek atau letaknya lebih rendah dari
daerah sekelilingnya. Rawa biasanya dikelilingi vegetasi, umunya dangkal dan
tanaman mengapung. Vegetasi rawa terdiri dari tumbuh-tumbuhan menahun yang
selalu hijau yang diselingiu oleh tamnaman merambat. Variasi atau keanekargaman
hewan sangat kecil. Terdapat protozoa, rotifer, nematode, larva capung,
Amphisoda, Isopoda, ikan, dan kura-kura. Pada lapisan dasar terdapat insekta,
keong, dan ikan-ikan. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan penghuni rawa
membentuk kista. Sebagai contoh ikan (lepidosiner dan ceratodus) mem bungkus
diri dengan lumpur selama beberapa bulan. Berdasarkan kondisi air dan
tumbuh-tumbuhan yang hidup, rawa dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:
1) Rawa
Swamp
Rawa Swamp
merupakan daerah lahan bahan basah yang selalu digenangi oleh air. Pada umumnya
daerah ini ditumbuhi flora seperti lumut, rumput – rumputan, semak-semak, dan
tumbuhan jenis pohon.
2) Rawa
Marsh
Rawa
jenis marsh merupakan daerah lahan basah (sama seperti swamp). Perbedaannya ada
pada jenis flora yang hidup di daerah tersebut. Adapun jenis floranya seperti
jenis lumut-lumutan, rumput-rumputan, dan alang-alang.
3) Rawa
Bog
Rawa Bog marupakan Lahan basah yang
permukaan tanahnya relatif kering, tetapi lahan bagian dalamnya penuh air
(bersifat basah).
4) Rawa Pasang Surut
Rawa
pasang surut merupakan rawa yang jumlah kandungan airnya selalu berubah-ubah (pasang-surut),
hal ini dikarenakan oleh adanya pengaruh pasang surutnya air laut. Bakau adalah
tanaman yang sering ada di daerah ini.
Berdasarkan
letaknya, rawa bisa dibedakan menjadi 3 macam, yakni:
1) Rawa Dataran Rendah
Rawa dataran rendah terjadi di
daerah depresi yang membentuk permukaan datar dan cekung. Air rawa ini berasal
dari air hujan, air tanah, dan air sungai, serta kaya akan mineral. Rawa ini
ditumbuhi oleh tumbuhan autotrophic.
Gambut yang terbentuk di daerah ini berasal dari sisa-sisa tumbuhan autotrof.
2) Rawa Dataran Tinggi
Rawa jenis ini terletak di daerah
tinggi (daripada daerah disekitarnya) dan memiliki permukaan cekung. Sumber air
rawa jenis ini berasal dari air hujan dan airnya tidak begitu asam.
3) Rawa Peralihan
Rawa
jenis ini sebagian tanahnya bisa digunakan sebagai lahan pertanian.
B.
FAKTOR – FAKTOR PEMBATAS
Faktor-faktor
pembatas yang cukup penting pada air tawar adalah
- Suhu
Air
mempunyai beberapa sifat unik yang berhubungan dengan panas yang secara
bersama-sama mengurangi perubahan suhu sampai tingkat minimal, sehingga
perbedaan suhu dalam air lebih kecil dan perubahan yang terjadi lebih lambat
daripada di udara. Sifat yang terpenting adalah
- Panas jenis yang tinggi
- Panas fusi yang tinggi
- Panas evaporasi yang tinggi
- Kerapatan air tertinggi terjadi pada suhu 4Co
2. Kejernihan
Penetrasi
cahaya sering kali dihalangi oleh zat yang terlarut dalam air, membatasi zona
fotosíntesis dimana habitat akuatik dibatasi oleh kedalaman. Kekeruhan,
terutama bila disebabkan oleh lumpur dan partikel yang dapat menngendap, sering
kali penting dianggap sebagai faktor pembatas. Sebaliknya bila kekeruhan
disebabkan oleh organisme, ukuran kekeruhan merupakan indikasi produktifitas.
- Arus
Air
cukup padat, maka arah arus amat penting sebagai faktor pembatasan, terutama
pada aliran air. Arus juga amat menentukan distribusi gas yang vital, garam,
dan organisme kecil.
- Konsentrasi Gas Pernafasan
Berbeda
dengan lingkungan laut, konsentrasi oksigen dan karbón dioksida sering kali
terbatas pada air tawar
- Konsentrasi Garam Terlarut
C.
ADAPTASI HEWAN DAN TUMBUHAN
Macam
tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.
Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air
tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi
organisme air tawar adalah sebagai berikut :
- Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke
dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi,
seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar
jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air,
tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
- Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan
hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat
tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi
perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan
air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
D. KLASIFIKASI
EKOLOGIS ORGANISME AIR TAWAR
Habitat
air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan
organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1.
Berdasarkan aliran energi
Organisme
dibagi menjadi 3 yaitu :
- Autotroph (produsen), tanaman hijau dan mikroorganisme kemosintetik.
- Phagotroph (konsumen makro), herbivora, predator, parasit.
- Saprotroph (konsumen mikro atau pengurai), diklasifikasikan sesuai dengan bahan organik yang diuraikan .
2.
Berdasarkan kebiasaan hidup
Organisme
dibedakan sebagai berikut yaitu :
a.
Plankton
Terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, organisme mengapung yang arah pergerakannya kira-kira tergantung arus. Walaupun beberapa zooplankton menunjukkan gerakan berenang yang aktif yang membantu mempertahankan posisi vertical, plankton secara keseluruhan tidak dapat bergerak melawan arus.
Terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, organisme mengapung yang arah pergerakannya kira-kira tergantung arus. Walaupun beberapa zooplankton menunjukkan gerakan berenang yang aktif yang membantu mempertahankan posisi vertical, plankton secara keseluruhan tidak dapat bergerak melawan arus.
b. Nekton
Organisme yang dapat berenang dan bergerak dengan kemauan
sendiri, misalnya ikan, amfibi, serangga air besar.
c. Neuston
Organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
d. Perifiton
Merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada
tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e. Bentos
Hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan.
Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan
remis. Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air
mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk
ekosistem air mengalir adalah sungai.
0 komentar:
Post a Comment